TAUHIDULLAH: Risalah suci hujjatul islam (bahg 1)

BAB 1: Kitab Qawaa’idul Aqaaid fit-Tauhid (kaedah-kaedah tauhid).
Imam Ghazali
*merupakan karya utuh Imam Al-Ghazali dalam kitab majmu’ah Rasaail al-Imam Al-Ghazali, Beirut, Darul Fikr, cetakan pertama, 1416 H/1996 M, hlm 160-4.

 


 

PENYUCIAN DZAT ALLAH

Allah swt bukanlah jisim (corporeal) yang berbentuk, bukan jauhar (elemen) yang biasa di batasi dan di ukur. Dia tidak seperti jisim, yang boleh di ukur dan boleh di bahagi. Dia bukan jauhar dan juga bukan yang di tempati oleh jauhar, bukan ‘aradh (sifat yang ada pada elemen) dan juga bukan yang di tempati oleh ‘aradh, Dia tidak seperti segala sesuatu yang di wujudkan-Nya, bahkan segala sesuatu yang di wujudkan-Nya juga tidak seperti Dia.

Tidak ada sesuatu pun yang menyamai-Nya, dan Dia tidak sama dengan apa pun. Dia tidak boleh di ukur oleh apa pun dan tidak terjangkau oleh penjuru, Dia tidak di liputi oleh arah dan tidak termuat oleh bumi dan langit. Dia ‘bersemayam’ (istiwa’) di Arasy sesuai dengan maksud dan aspek yang di firmankan-Nya, sesuai dengan makna yang di kehendaki-Nya, dengan istiwa’ yang tersucikan dari bersentuhan, menetap, bertempat, menempati dan berpindah-pindah.

Dia tidak di bawa oleh Arasy, namun justru arasy dan para malaikat penjaga arasy di bawa oleh kelembutan Kekuasaan-Nya dan di paksa berada dalam ‘Genggaman-Nya’. Dia berada ‘di atas’ arasy, langit dan ‘di atas’ segala sesuatu sampai pada batas bintang yang tertinggi sekalipun, dengan ketinggian yang tidak boleh menambah dekat dengan arasy dan langit, sebagaimana tidak boleh semakin jauh dari bumi dan dataran yang paling rendah sekalipun, bahkan Dia-lah Yang Maha tinggi darjat-Nya dari arasy dan langit. Dia lebih tinggi darjat-Nya daripada bumi dan dataran paling rendah.

Meskipun begitu Dia lebih dekat dengan segala sesuatu yang ada, Dia lebih dekat kepada hamba-Nya daripada urat lehernya. Dia menyaksikan segala sesuatu, dekatnya tidak sama seperti dekatnya jisim (benda), demikian pula Dzat-Nya. Dia tidak menempati benda dan tidak di tempati oleh benda. Tidak memerlukan ruang dan waktu, bahkan Dia wujud sebelum di ciptakannya ruang dan waktu, sementara Dia sekarang masih tetap seperti semula.

Dia sama sekali berbeda dengan makhluk-Nya dalam segi Sifat-sifat-Nya. Di dalam Dzat-Nya tidak ada unsur lain, sementara pada yang lain juga tidak ada Dzat-Nya. Dia suci dari segala perubahan dan penggantian, tidak di tempati oleh segala yang bersifat baru (hawaadits) dan tidak di hinggapi oleh sifat-sifat baru yang non-esensial, akan tetapi Dia senantiasa dalam Sifat-sifat keagungan-Nya yang tersucikan dari sifat aus dan sirna, dalam Sifat-sifat kesempurnaan-Nya itu tidak memerlukan penyempurnaan tambahan. Wujud Dzat-Nya dapat di ketahui secara rasional, dan dapat di lihat melalui mata hati, sebagai nikmat dan kelembutan-Nya terhadap orang-orang yang baik di syurga yang abadi, untuk menyempurnakan terhadap nikmat-nikmat-Nya adalah dengan boleh menyaksikan ‘Wajah-Nya’ Yang Mulia.

HAYAT DAN QUDRAT

Allah swt Maha Hidup (Hayat) dan Maha Kuasa (Qudrat), Maha Perkasa yang tidak kenal keterbatasan dan kelemahan, tidak kenal mengantuk dan tidur, tidak terkena keausan (fana) dan kematian.
Dia pemilik kerajaan, alam Malakut, keagungan dan alam Jabarut, Dia Yang memiliki kekuasaan, kekuatan, untuk boleh memaksa, penciptaan dan titah perintah. Langit di lipat dengan ‘Tangan Kanan-Nya’, seluruh makhluk terpaksa dalam ‘Genggaman-Nya’.

Dia sendirian dalam mencipta, membangun dan berkreasi. Dia menciptakan makhluk-Nya dan seluruh perbuatan yang telah di takdirkan tidak ada yang lepas dari ‘Genggaman-Nya’. Segala pelaksanaan seluruh masalah tidak pernah ada yang luput dari kekuasaan-Nya. Seluruh apa yang di takdirkan-Nya tidak boleh di hitung, apa yang Dia ketahui tidak pernah berakhir.

ILMU

Allah swt Maha Mengetahui seluruh objek pengetahuan. Dengan Ilmu-Nya Dia mengetahui secara sempurna terhadap segala apa yang berlaku di bumi yang paling rendah sampai yang ada di langit yang tertinggi. Semuanya tidak pernah ada yang luput dari jangkauan Ilmu-Nya walau sebesar atom, baik yang ada di langit dan di bumi, bahkan Dia tahu gerakan dan merayapnya semut hitam yang ada di batu hitam yang keras pada malam yang gelap gelita.

Dia mengetahui gerak atom di ruang angkasa. Dia Maha Mengetahui segala rahsia dan yang sangat tersembunyi. Dia melihat suara dan bisikan hati serta rahsia-rahsia hati nurani dengan Ilmu-Nya yang Qadim dan Azali, dimana Dia senantiasa menyandang Sifat-sifat Azali, bukan dengan ilmu baru yang di peroleh dalam Dzat-Nya dengan cara bertempat dan berpindah-pindah.

Advertisements
%d bloggers like this: