Suatu perkara besar

PERJALANAN ROH MANUSIA

HADITH PERTAMA
Dari Kitab An Naso ihud diniyyatu wal wasoyal imaniyyatu (Nasihat Agama dan Wasiat Iman).
Oleh Imam Habib Abdullah Haddad.

Hadith di bawah ini dicatat oleh Al-Hafizh As-Sayuthi rahimahullah di dalam kitabnya Syarhus-Shudur,
yang menurutnya telah dikeluarkan oleh Ibnu Abid-Dunya dan Abu Nu’aim.

Daripada Jabir bin Abdullah ra berkata: “Saya pernah mendengar Rasulullah saw bersabda:

“Sesungguhnya anak adam itu sentiasa dalam lalai tentang apa yang dijadikan Allah baginya. Sessungguhnya ketika ia dicipta oleh Tuhan, berkata Tuhan kepada malaikat: catitkanlah rezekinya! catitkanlah jalan hidupnya! catitkanlah ajalnya! catitkanlah sama ada kesudahannya celaka atau bahagia! Sesudah menjalankan tugas Malaikat itu pun kembali.

Kemudian ditugaskan dua malaikat pula untuk menuliskan semua kebajikan dan kejahatan orang itu seumur hidupnya. Apabila ia menemui ajalnya (mati), kedua malaikat tadi pun berangkat kembali.

Lalu ditugaskan Allah Malakul-Maut (Izrail) untuk mengambil nyawanya. Setelah selesai dikuburkan, rohnya dikembalikan ke jasad. Ketika itu tibalah dua malaikat lain (Mungkar dan Nakir) untuk menyoalnya. Setelah selesai di soal, keduanya pun kembalilah.

Apabila tiba saat (hari kiamat) masing-masing malaikat yang menulis kebajikan dan yang menulis kejahatan itu turun semula dengan sebuah buku catitan, lalu buku catitan itu digantungkan di leher orang itu, sambil keduanya mengiring orang itu, yang satu sebagai pemimpin dan yang stau lagi sebagai penyaksi.

Kemudian Rasulullah saw bersabda lagi: Sesungguhnya suatu perkara besar sedang menanti kamu di hari muka, yang mana kamu tiada langsung tertanggung olehnya, maka hendaklah kamu memohon pertolongan Allah yang Maha Agung.”

Advertisements
%d bloggers like this: