Arkib

Tag Archives: ciri orang yang beriman dan bertakwa

BERPESAN DENGAN KESABARAN

Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang; dan sesungguhnya sembahyang itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk; (Al-Baqarah 2:45)

Wahai sekalian orang-orang yang beriman! Mintalah pertolongan (untuk menghadapi susah payah dalam menyempurnakan sesuatu perintah Tuhan) dengan bersabar dan dengan (mengerjakan) sembahyang; kerana sesungguhnya Allah menyertai (menolong) orang-orang yang sabar (Al-Baqarah 2:153)

Demi sesungguhnya! Kami akan menguji kamu dengan sedikit perasaan takut (kepada musuh) dan (dengan merasai) kelaparan, dan (dengan berlakunya) kekurangan dari harta benda dan jiwa serta hasil tanaman. Dan berilah khabar gembira kepada orang-orang yang sabar: (Al-Baqarah 2:155)

Adakah patut kamu menyangka bahawa kamu akan masuk syurga, padahal belum sampai kepada kamu (ujian dan cubaan) seperti yang telah berlaku kepada orang-orang yang terdahulu daripada kamu? Mereka telah ditimpa kepapaan (kemusnahan hartabenda) dan serangan penyakit, serta digoncangkan (oleh ancaman bahaya musuh), sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman yang ada bersamanya: Bilakah (datangnya) pertolongan Allah?” Ketahuilah sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat (asalkan kamu bersabar dan berpegang teguh kepada agama Allah). (Al-Baqarah 2:214)

Kemudian apabila Talut keluar bersama-sama tenteranya, berkatalah ia: “Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan sebatang sungai, oleh itu sesiapa di antara kamu yang meminum airnya maka bukanlah ia dari pengikutku, dan sesiapa yang tidak merasai airnya maka sesungguhnya ia dari pengikutku, kecuali orang yang menceduk satu cedukan dengan tangannya”. (Sesudah diingatkan demikian) mereka meminum juga dari sungai itu (dengan sepuas-puasnya), kecuali sebahagian kecil dari mereka. Setelah Talut bersama-sama orang-orang yang beriman menyeberangi sungai itu, berkatalah orang-orang yang meminum (sepuas-puasnya): “Kami pada hari ini tidak terdaya menentang Jalut dan tenteranya”. Berkata pula orang-orang yang yakin bahawa mereka akan menemui Allah: “Berapa banyak (yang pernah terjadi), golongan yang sedikit berjaya menewaskan golongan yang banyak dengan izin Allah; dan Allah (sentiasa) bersama-sama orang-orang yang sabar”. (Al-Baqarah 2:249)

(Dan juga) orang-orang yang sabar (dalam menjunjung perintah Allah), dan orang-orang yang benar (perkataan dan hatinya), dan orang-orang yang sentiasa taat (akan perintah Allah), dan orang-orang yang membelanjakan hartanya (pada jalan Allah), dan orang-orang yang beristighfar (memohon ampun) pada waktu sahur. (A-li’Imraan 3:17)

Bahkan (mencukupi. Dalam pada itu) jika kamu bersabar dan bertaqwa, dan mereka (musuh) datang menyerang kamu dengan serta-merta, nescaya Allah membantu kamu dengan lima ribu malaikat yang bertanda masing-masing. (A-li’Imraan 3:125)

Adakah kamu menyangka bahawa kamu akan masuk Syurga padahal belum lagi nyata kepada Allah (wujudnya) orang-orang yang berjihad (yang berjuang dengan bersungguh-sungguh) di antara kamu, dan (belum lagi) nyata (wujudnya) orang-orang yang sabar (tabah dan cekal hati dalam perjuangan)? (A-li’Imraan 3:142)

Dan berapa banyak dari Nabi-nabi (dahulu) telah berperang dengan disertai oleh ramai orang-orang yang taat kepada Allah, maka mereka tidak merasa lemah semangat akan apa yang telah menimpa mereka pada jalan (agama) Allah dan mereka juga tidak lemah tenaga dan tidak pula mahu tunduk (kepada musuh). Dan (ingatlah), Allah sentiasa mengasihi orang-orang yang sabar. (A-li’Imraan 3:146)

Demi sesungguhnya, kamu akan diuji pada harta benda dan diri kamu. Dan demi sesungguhnya, kamu akan mendengar dari orang-orang yang telah diberikan Kitab dahulu daripada kamu dan orang-orang yang musyrik: banyak (tuduhan-tuduhan dan cacian) yang menyakitkan hati. Dalam pada itu, jika kamu bersabar dan bertaqwa maka sesungguhnya yang demikian itu adalah dari perkara-perkara yang dikehendaki diambil berat (melakukannya). (A-li’Imraan 3:186)

Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan), dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh, di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertaqwalah kamu kepada Allah supaya, kamu berjaya (mencapai kemenangan). (A-li’Imraan 3:200)

“Dan jika ada segolongan dari kamu beriman kepada wahyu (perintah-perintah Allah) yang aku telah diutuskan untuk menyampaikannya, dan segolongan lagi tidak beriman, maka sabarlah sehingga Allah menjalankan hukumNya di antara kita semua, dan Dia lah jua sebaik-baik hakim”. (Al-A’raaf 7:87)

Dan taatlah kamu kepada Allah dan RasulNya, dan janganlah kamu berbantah-bantahan; kalau tidak nescaya kamu menjadi lemah semangat dan hilang kekuatan kamu, dan sabarlah (menghadapi segala kesukaran dengan cekal hati); sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (Al-Anfaal 8:46)

Wahai Nabi, peransangkanlah orang-orang yang beriman itu untuk berperang. Jika ada di antara kamu dua puluh yang sabar, nescaya mereka dapat menewaskan dua ratus orang (dari pihak musuh yang kafir itu); dan jika ada di antara kamu seratus orang, nescaya mereka dapat menewaskan seribu orang dari golongan yang kafir, disebabkan mereka (yang kafir itu) orang-orang yang tidak mengerti. (Al-Anfaal 8:65)

Sekarang Allah telah meringankan daripada kamu (apa yang telah diwajibkan dahulu) kerana Ia mengetahui bahawa pada kamu ada kelemahan; oleh itu jika ada di antara kamu seratus orang yang sabar, nescaya mereka akan dapat menewaskan dua ratus orang; dan jika ada di antara kamu seribu orang, nescaya mereka dapat menewaskan dua ribu orang dengan izin Allah. Dan (ingatlah) Allah beserta orang-orang yang sabar. (Al-Anfaal 8:66)

Dan turutlah apa yang diwahyukan kepadamu serta bersabarlah (dalam perjuangan mengembangkan Islam) sehingga Allah menghukum (di antaramu dengan golongan yang ingkar, dan memberi kepadamu kemenangan yang telah dijanjikan), kerana Dia lah sebaik-baik Hakim. (Yunus 10:109)

Dan sabarlah (wahai Muhammad, engkau dan umatmu, dalam mengerjakan suruhan Allah), kerana sesungguhnya Allah tidak akan menghilangkan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan. (Hud 11:115)

Dan orang-orang yang sabar kerana mengharapkan keredaan Tuhan mereka semata-mata, dan mendirikan sembahyang, serta mendermakan dari apa yang Kami kurniakan kepada mereka, secara bersembunyi atau secara terbuka; dan mereka pula menolak kejahatan dengan cara yang baik; mereka itu semuanya adalah disediakan baginya balasan yang sebaik-baiknya pada hari akhirat; – (Ar-Ra’d 13:22)

Dan mereka sekalian tetap akan berhimpun mengadap Allah (untuk dihisab pada hari kiamat); kemudian orang-orang yang lemah (yang menjadi pengikut) kepada orang-orang yang sombong takbur itu akan berkata kepada mereka (yang menjadi pemimpinnya): “Sesungguhnya kami telah menjadi pengikut kamu; maka adakah kamu dapat menolak daripada kami sedikit dari azab Allah? ” Mereka menjawab: “Kalaulah Allah menunjukkan jalan selamat kepada kami, tentulah kami tunjukkan jalan itu kepada kamu. (Sekarang) sama sahaja kepada kita, sama ada kita menggelisah dan mengeluh atau kita bersabar, tiadalah sebarang jalan bagi kita untuk melepaskan diri (dari azab itu)”. (Ibrahim 14:21)

Mereka itu ialah) orang-orang yang bersabar (menanggung kezaliman) dan berserah diri kepada Tuhannya. (Al-Nahl 16:42)

Dan jika kamu membalas kejahatan (pihak lawan), maka hendaklah kamu membalas dengan kejahatan yang sama seperti yang telah ditimpakan kepada kamu, dan jika kamu bersabar, (maka) sesungguhnya yang demikian itu adalah lebih baik bagi orang-orang yang sabar. (Al-Nahl 16:126)

Dan Kami kuatkan hati mereka (dengan kesabaran dan keberanian), semasa mereka bangun (menegaskan tauhid) lalu berkata: “Tuhan kami ialah Tuhan yang mencipta dan mentadbirkan langit dan bumi; kami tidak sekali-kali akan menyembah Tuhan yang lain dari padanya; jika kami menyembah yang lainnya bermakna kami memperkatakan dan mengakui sesuatu yang jauh dari kebenaran.” (Al-Kahfi 18:14)

“Tuhan yang mencipta dan mentadbirkan langit dan bumi serta segala yang ada di antara keduanya; oleh itu, sembahlah engkau akan Dia dan bersabarlah dengan tekun tetap dalam beribadat kepadaNya; adakah engkau mengetahui sesiapapun yang senama dan sebanding denganNya?” (Maryam 19:65)

Iaitu orang-orang yang apabila disebut nama Allah, gerun gementarlah hati mereka, dan orang-orang yang sabar (cekal hati) terhadap kesusahan yang menimpa mereka, dan orang-orang yang mendirikan sembahyang, serta orang-orang yang mendermakan sebahagian dari rezeki yang Kami berikan kepadanya. (Al-Hajj 22:35)

Mereka itu akan beroleh pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka; dan juga kerana mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan mereka menderma dari apa yang Kami kurniakan kepada mereka. (Al-Qasas 28:54)

Oleh itu, bersabarlah (wahai Muhammad), sesungguhnya janji Allah itu benar; dan janganlah orang-orang yang tidak meyakini apa yang engkau sampaikan itu menjadikan engkau resah gelisah. (Ar-Ruum 30:60)

Sesungguhnya orang-orang lelaki yang Islam serta orang-orang perempuan yang Islam, dan orang-orang lelaki yang beriman serta orang-orang perempuan yang beriman, dan orang-orang lelaki yang taat serta orang-orang perempuan yang taat, dan orang-orang lelaki yang benar serta orang-orang perempuan yang benar, dan orang-orang lelaki yang sabar serta orang-orang perempuan yang sabar, dan orang-orang lelaki yang merendah diri (kepada Allah) serta orang-orang perempuan yang merendah diri (kepada Allah), dan orang-orang lelaki yang bersedekah serta orang-orang perempuan yang bersedekah, dan orang-orang lelaki yang berpuasa serta orang-orang perempuan yang berpuasa, dan orang-orang lelaki yang memelihara kehormatannya serta orang-orang perempuan yang memelihara kehormatannya, dan orang-orang lelaki yang menyebut nama Allah banyak-banyak serta orang-orang perempuan yang menyebut nama Allah banyak-banyak, Allah telah menyediakan bagi mereka semuanya keampunan dan pahala yang besar. (Al-Ahzaab 33:35)

Dalam pada itu (ingatlah), orang yang bersabar dan memaafkan (kesalahan orang terhadapnya), sesungguhnya yang demikian itu adalah dari perkara-perkara yang dikehendaki diambil berat (melakukannya). (Asy-Syuura 42:43)

(Jika demikian akibat orang-orang kafir yang menentangmu wahai Muhammad) maka bersabarlah engkau sebagaimana sabarnya Rasul-rasul “Ulil-Azmi” (yang mempunyai keazaman dan ketabahan hati) dari kalangan Rasul-rasul (yang terdahulu daripadamu); dan janganlah engkau meminta disegerakan azab untuk mereka (yang menentangmu itu). Sesungguhnya keadaan mereka semasa melihat azab yang dijanjikan kepada mereka, merasai seolah-olah mereka tidak tinggal (di dunia) melainkan sekadar satu saat sahaja dari siang hari. (Penerangan yang demikian) cukuplah menjadi pelajaran (bagi orang-orang yang mahu insaf). Maka (ingatlah) tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik – derhaka. (Al-Ahqaaf 46:35)

Dengan yang demikian, apabila kamu berjuang menentang orang-orang kafir (dalam peperangan jihad) maka pancunglah lehernya, sehingga apabila kamu dapat membunuh mereka dengan banyaknya (serta mengalahkannya) maka tawanlah (mana-mana yang hidup) dan ikatlah mereka dengan kukuhnya. Setelah selesai pertempuran itu maka (terserahlah kepada kamu) sama ada hendak memberi kebebasan (kepada orang-orang tawanan itu dengan tiada sebarang penebusnya) atau membebaskan mereka dengan mengambil penebusnya. (Bertindaklah demikian terhadap golongan kafir yang menceroboh) sehinggalah berakhir peperangan jihad itu (dan lenyaplah sebab-sebab yang memimbulkannya). Demikianlah (diperintahkan kamu melakukannya). Dan sekiranya Allah menghendaki, tentulah Ia membinasakan mereka (dengan tidak payah kamu memeranginya); tetapi Ia (perintahkan kamu berbuat demikian) kerana hendak menguji kesabaran kamu menentang golongan yang kufur ingkar (yang mencerobohi kamu). Dan orang-orang yang telah berjuang serta gugur syahid pada jalan Allah (mempertahankan agamanya), maka Allah tidak sekali kali akan mensia-siakan amal-amal mereka. (Muhammad 47:4)

Dan demi sesungguhnya! Kami tetap menguji kamu (wahai orang-orang yang mengaku beriman) sehingga ternyata pengetahuan Kami tentang adanya orang-orang yang berjuang dari kalangan kamu dan orang-orang yang sabar (dalam menjalankan perintah Kami); dan (sehingga) Kami dapat mengesahkan (benar atau tidaknya) berita-berita tentang keadaan kamu. (Muhammad 47:31)

“Rasalah bakarannya; kemudian sama ada kamu bersabar (menderita azabnya) atau tidak bersabar, sama sahaja (tidak ada faedahnya) kepada kamu, kerana kamu tidak dibalas melainkan dengan apa yang kamu telah kerjakan”. (At-Tuur 52:16)

Tidak ada kesusahan (atau bala bencana) yang menimpa (seseorang) melainkan dengan izin Allah; dan sesiapa yang beriman kepada Allah, Allah akan memimpin hatinya (untuk menerima apa yang telah berlaku itu dengan tenang dan sabar); dan (ingatlah), Allah Maha Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu. (At-Taghaabun 64:11)
Dan kerana kesabaran mereka (mengerjakan suruhan Allah dan meninggalkan laranganNya), mereka dibalas oleh Allah dengan Syurga dan (persalinan dari) sutera. (Al-Insaan 76:12)

Selain dari (tidak mengerjakan amal-amal) itu, ia (tidak pula) menjadi dari orang-orang yang beriman dan berpesan-pesan dengan sabar serta berpesan-pesan dengan kasih sayang. (Al-Balad 90:17)

Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal soleh, dan mereka pula berpesan-pesan dengan kebenaran serta berpesan-pesan dengan sabar. (Al-‘Asr 103:3)

KELEBIHAN BANGUN MALAM

Al-Fudail bin ˜Iyadh berkata: Sesiapa yang memperbaiki hatinya kerana Allah, nescaya Dia akan memperbaiki amal perbuatanmu. Sesiapa yang memperbaiki hubungannya dengan Allah, maka Allah akan memperbaiki hubungannya dengan orang lain.

QIYAMULLAIL – Keutamaan Sholat Malam
Oleh: Ustaz Mohd Zawawi Yusoh.

“Malam itu gelap gelita tetapi ia amat indah. Di muka langit bertaburan bintang-bintang yang berkelipan, disisi bulan yang terang benderang. Untuk apakah Allah s.w.t jadikan malam? Ada waktu malam yang dihiasi dengan munajat kepada Allah s.w.t dan ada malam yang dihiasi dengan derhaka kepada Allah s.w.t. Jadi malam itu tidak sentiasa indah dan permai kerana ia bergantung kepada penghuni-penghuninya.

Bagi orang-orang yang soleh merindui malam ibarat pengantin menanti malam pertama. Kerana pada waktu malam untuk mereka bermesra-mesra dengan Tuhannya. Pada waktu malam tiada kebisingan kecuali mereka mengadu dan bermunajat kepada Tuhannya.

Kalau sepasang kekasih mencari waktu malam untuk memadu kasih, maka tidak hairan kalau orang-orang yang soleh juga menggunakan waktu malam untuk memadu cinta sejati dengan Allah s.w.t. Berkata Al Fudhail bin Iyadh, “Apabila terbenam matahari maka saya gembira dengan gelap. Dan apabila terbitnya matahari maka saya berdukacita kerana datangnya manusia kepadaku!” Abu Sulaiman pula berkata, “Jikalau tidaklah kerana malam nescaya saya tidaklah menyukai tinggal di dunia ini.”

Satu cara paling ideal bagi seorang Muslim untuk berhubungan dengan Allah ialah mengerjakan ibadat pada waktu tengah malam, ketika suasana sunyi sepi dengan kebanyakan makhluk nyenyak tidur dan penuh kesejukan. Pada waktu itu seorang Muslim boleh beristighfar, memuji, mensuci dan membesarkan Allah, malah mengerjakan solat sunat tahajud serta solat taubat. Bagaimanapun, bukan satu perkara mudah untuk bangun dari tidur sedang orang lain lena dibuai mimpi. Bukan mudah untuk berwuduk dalam kedinginan malam yang mencengkam tulang dan bukan sesuatu yang mudah untuk mengangkat takbir menghadap Allah dalam keadaan mata terkebil-kebil. Justeru, tidak ramai yang boleh bangun bertahajud, walaupun mengetahui banyak kelebihannya kecuali mereka yang benar-benar tertarik dengan keindahan Allah, berbanding keindahan mimpi di dalam tidurnya. Ia memerlukan kegigihan pada hati serta hidup cintanya dengan Tuhan. Sebab itu Allah menyediakan sebuah syurga bagi hamba-hambaNya yang menghidupkan malam.

Meskipun itu adalah janji dari Allah s.w.t. kepada kita namun kepayahan untuk menghidupkan malam lebih ketara lagi kerana syaitan turut memainkan peranan dengan bersungguh-sungguh menghalang manusia melakukannya.

Rasulullah s.a.w bersabda maksudnya: “Diikat oleh syaitan di atas seseorang kamu dengan tiga ikatan apabila ia sedang tidur. Maka syaitan memukul tiap-tiap tempat ikatan tersebut sepanjang malam sehingga tertidurlah kamu. Kalau kamu terbangun dan berzikir kepada Allah s.w.t nescaya terbukalah satu ikatan. Kalau berwuduk nescaya terbukalah satu ikatan lagi dan kalau bersolat nescaya terbukalah semuanya. Sehingga kamu menjadi rajin dan baik jiwanya. Kalau tidak yang demikian nescaya menjadi keji jiwa dan malas.”

“Ibnu Mas’ud ra berkata : Telah disebutkan seseorang lelaki di sisi Rasulullah saw yang sentiasa tidur sahaja sampai waktu subuh sehingga tidak pernah mendirikan solat malam. Maka Rasulullah saw telah bersabda : Bahawa lelaki itu telah dikencingi syaitan di telinganya..” (Riwayat Bukhari, Muslim, An-Nasa’i)

Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud: “Haruslah kamu bangun malam kerana itu adalah kebiasaan orang-orang soleh sebelum kamu. Sesungguhnya bangun malam adalah mendekatkan diri kepada Allah Azzawajalla, menutup segala dosa, menghilangkan segala penyakit pada tubuh dan mencegah daripada dosa.”

Pada waktu malam juga akan ada satu detik di mana barangsiapa yang berdoa ketika itu akan dikabulkan segala hajatnya. Solat yang didirikan pada waktu malam juga lebih banyak manfaat dan lebih pahalanya. Sabda Rasulullah bermaksud: “Dua rakaat yang dikerjakan oleh hamba pada waktu tengah malam adalah lebih baik baginya dari dunia dan isinya. Dan kalaulah tidak memberi kesukaran kepada umatku, nescaya saya wajibkan kedua rakaat itu atas mereka.”

Sholat malam adalah sholat terbaik yang dapat kita lakukan setelah sholat fardhu. Rasulullah SAW melalui sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, bersabda: “Sebaik-baik sholat setelah fardhu adalah sholat malam.” Bahkan pada awalnya sholat malam merupakan ibadah wajib. Rasulullah SAW dan para sahabatnya diwajibkan melakukan sholat malam ini di masa-masa awal perjuangan menegakkan Al Islam ini. Salah satu rahasianya adalah karena ia merupakan bekal terbaik dalam perjuangan yang maha berat itu, seperti tertera pada QS.Al-Muzzammil :1-7. Sholat malam kemudian dijadikan ibadah sunnah dengan turunnya ayat terakhir surat tersebut.

Sabda Baginda, “Hendaklah kamu beribadat di waktu malam, meskipun setakat satu rakaat sahaja.”

Sabda Rasulullah lagi yang bermaksud: “Kerjakan solat dua rakaat dalam kegelapan malam untuk kesuraman kubur.”

Sabdanya lagi, “Wahai sekalian manusia! Sebarkan keamanan, berikanlah makan (kepada orang yang susah), hubungkanlah silatur-rahim kepada kaum kerabat, dan jangan lupa solat di tengah malam ketika manusia sedang tidur nyenyak, nescaya kamu akan memasuki syurga dengan penuh kesejahteraan.

Di rangkaian ayat tersebut juga disebutkan bahwa kelebihan sholat malam dibanding sholat di waktu lainnya. Di tengah malam kita bisa lebih khusyu’, bisa lebih konsentrasi dalam membaca Al Qur’an dan relatif bersih dari sifat riya’ karena tidak ada orang lain yang melihat kita. “Sesungguhnya bangun di waktu malam itu lebih tepat dan bacaan waktu itu lebih berkesan. Sesungguhnya kamu pada siang mempunyai urusan yang panjang.” (QS.73:6-7)

Keutamaan selanjutnya adalah bahwa mengerjakan sholat malam disebutkan Allah sebagai salah satu ciri orang yang beriman dan bertakwa. Ia juga merupakan sifat hamba Allah yang baik dan yang mendapat kemuliaan.

“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya (maksudnya mereka tidak tidur di waktu biasanya orang tidur, untuk mengerjakan shalat malam), sedang mereka berdo’a kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebahagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka. “( QS As-Sajdah:16).

“Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam; dan di akhir-akhir malam mereka momohon ampun (kepada Allah).” (QS. Adz-Dzaariyaat : 17-18).

“Dan orang-orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.” (Al-Furqaan: 64).

Rasulullah SAW telah memberi teladan kepada kita dalam mengerjakan sholat malam, yaitu untuk mensyukuri ni’mat yang telah diberikan oleh Allah. Dari ‘Aisyah RA, ia berkata: “Nabi saw berdiri sholat malam, hingga pecah-pecah kedua telapak kaki beliau. Saya bertanya kepada beliau; ‘Untuk apakah engkau berbuat ini, wahai Rasulullah, sedangkan engkau telah benar-benar diampuni dosa-dosamu yang telah lewat dan yang akan datang?’ Rasulullah bersabda: “Tak bolehkah aku menjadi hamba yang bersyukur.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Kemudian bagi orang-orang yang istiqomah dalam mengerjakan sholat malam Allah menjanjikan syurga dan pahala yang tersembunyi.

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (syurga) dan di mata-mata air” (QS.51:15)

Bila dilihat dari segi halangan-halangan yang terpaksa ditempuhi oleh seseorang yang mahu menghidupkan malam dengan ibadah, maka tidak salah kalau diletakkan mereka dealam golongan mnusia yang berjiwa gigih dan hidup cintanya dengan Allah s.w.t. Golongan ini juga telah mewarisi pekerjaan orang-orang soleh.

Dari Abdullah bin Salam ra, Rasulullah saw bersabda: Rasulullah bersabda, “Hendaklah kamu membiasakan diri bangun di tengah malam kerana yang demikian itu adalah amalan yang dibiasakan oleh orang-orang saleh sebelum kamu. Ia juga sebagai suatu cara untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, menebus kesalahan, menjauhkan diri dari dosa dan menyingkirkan penyakit dari tubuh.” (HR.Tirmidzi)

“Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka, yaitu (bermacam-macam ni’mat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan.” (QS.32:17).

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah bersabda: “Allah Ta’ala berfirman, ‘Aku menyediakan bagi hamba-hamba-Ku yang saleh sesuatu yang tidak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga dan terbetik dalam kalbu manusia.” (HR.Bukhari dan Muslim)

Seorang pekerja biasanya berusaha menambah penghasilannya dengan bekerja lembur. Begitu juga dengan kita, bila ingin menambah pahala maka sholat malam adalah salah satu jalan yang bisa kita kerjakan untuk mendapat “bonus” dari Allah.

“Dan pada sebagian malam hari bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.”
(QS.Al Israa’,17:79)

Mengerjakan sholat malam, insya Allah juga akan memasukkan kita ke golongan orang-orang yang dikasihi oleh Allah. Apalagi apabila kita juga mengajak suami/istri dan anggota keluarga lainnya.

Dari Abu Hurairah ra, ia berkata: Rasulullah saw bersabda: “Allah sangat mengasihi orang laki-laki yang bangun pada waktu malam, kemudian mengerjakan sholat dan mau membangunkan istrinya. Apabila istrinya enggan bangun, maka ia menyiramkan air pada muka istrinya itu. Allah sangat mengasihi seorang perempuan yang bangun pada waktu malam, kemudian mengerjakan sholat dan mau membangunkan suaminya. Apabila suaminya enggan bangun, maka ia menyiramkan air pada muka suaminya itu.” (Riwayat Abu Dawud).

Selain dari keheningan malam yang ada pada waktu malam, Allah juga menurunkan malaikat-malaikat pada malam hari untuk memberi rahmat kepada hamba-hambaNya yang sedang beribadah. Malaikat akan turun ke bumi mencari manusia-manusia yang menghidupkan malam dengan ibadah untuk diberi rahmat dan diaminkan doanya.

Dan terakhir, tentunya kita tidak ingin kehilangan kesempatan diberi ampunan dan pengabulan permintaan, yang dibuka seluas-luasnya oleh Allah pada setiap sepertiga malam. Telah ditetapkan di dalam hadits-hadits shahih dan selainnya yang diriwayatkan oleh jamaah dari sahabat Nabi SAW yang menyatakan bahwa beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT turun di setiap malam menuju langit dunia pada saat malam tinggal sepertiga lagi, kemudian Dia berfirman:
“Adakah siapa yang mahu memohon supaya Aku mengabulkannya. Adakah siapa yang mahu meminta supaya Aku memberi kepadanya. Adakah siapa yang mahu meminta keampunan supaya Aku mengampuninya. Sampai waktu subuh tiba.”

Memanglah bangun di tengah malam itu merupakan seperkara yang berat sekali ke atas diri, teutama sekali sesudah tidur nyenyak. Akan tetapi ia bisa menjadi ringan bila telah dilazim dan dibiasakan, serta bersabar atas kesukarannya dan memaksa diri pada permulaannya. Sesudah itu yakinlah bahawa hati akan merasa lapang untuk berhadapan dengan Allah Ta’ala, dan akan terasalah pula kelazatan munajat kepadaNya dan kemanisan khalwat denganNya. Ketika itu ia akan merasa tidak puas untuk bangun malam saja, apatah lagi perasaan malas dan bosan itu akan terletak jauh daripadanya. Perkara serupa ini sering berlaku kepada para salihin dan hamba-hamba Allah, hingga setengah mereka berkata: Seandainya ahli syurga itu sering melakukan seperti yang kami lakukan kini, tentulah mereka itu akan berada dalam kehidupan yang bahagia sekali. Yang lain pula berkata: Selama empat puluh tahun berlalu, tidak suatu pun yang mendukacitakan aku kecuali terbitnya fajar pagi.

Saidina Umar al-Khattab menyatakan kelebihan solat malam dengan berkata: “Sesiapa mengerjakan solat malam (tahajud) dengan khusyuk nescaya dianugerahkan Allah sembilan perkara, lima di dunia dan empat di akhirat.” Kurniaan di dunia ialah:-

1) Jauh daripada segala penyakit
2) Lahir kesan takwa pada wajahnya
3) Dikasihi sekelian mukmin dan seluruh manusia
4) Percakapannya mengandungi hikmah (kebijaksanaan)
5) Dikurniakan kekuatan dan diberi rezeki dalam agama (halal dan diberkati)

Sementara empat perkara di akhirat ialah:-

1) Dibangkitkan dari kubur dengan wajah berseri-seri
2) Dipermudahkan hisab
3) Cepat melalui sirat al-Mustaqim seperti kilat
4) Diserahkan suratan amalan pada hari akhirat melalui tangan kanan.

Kelebihannya yang lain, antaranya:

- Jalan mendekatkan diri dengan Allah. Itulah peluang berbakti lebih masa untuk-Nya setelah siang hari berurusan sesama manusia.

- Dimuliakan Allah. Sabda Nabi SAW: “Telah datang Jibril kepadaku seraya berkata: `Ketahuilah bahawa kemuliaan seseorang Mukmin itu terletak pada mengerjakan ibadah qiamullail dan kehormatannya terletak pada keengganannya meminta-minta.”

- Dimakbulkan doa. Sabda Nabi SAW: “Sesungguhnya dari sebahagian malam itu terdapat satu saat yang mempunyai kelebihan bagi seseorang Muslim untuk memohon sesuatu yang baik kepada Allah. Allah SWT pasti akan kabulkan doanya. Demikianlah itu ada pada setiap malam.”

- Faktor pertolongan Tuhan. Inilah juga amalan untuk menguatkan jiwa para pejuang Kebenaran. Oleh sebab itulah dalam sejarah Sultan Salahuddin Al Ayubi dan Muhammad Al Fateh, tentera-tentera yang beribadah malam sahaja yang dibawa ke medan perang.

- Menjadi pelindung di Hari Qiamat. Sabda Rasul SAW: “Semua manusia akan dikumpulkan di hari Qiamat di satu tempat. Mereka akan mendengar satu seruan yang berbunyi: `Di manakah mereka yang meninggalkan tempat tidurnya dan menghabiskan malamnya dengan beribadah. Akan ada satu golongan yang bangkit dan masuk Syurga tanpa hisab.

Berqiamullail boleh dilakukan sama ada sepanjang malam, bermula lepas Isyak hingga Subuh, atau separuh malam, sepertiga malam, seperenam malam atau akhir malam. Bukan senang untuk bangun malam di kala kesejukan menggigit dan mimpi menggamit. Hanya orang yang dipermudahkan Tuhan, kuat azam dan kecintaan kepada-Nya yang mampu bersekang mata untuk-Nya.

Al Fudhail Ibnu ‘Iyadh berkata: Sesungguhnya Allah telah berfirman:

Adalah dusta orang yang mendakwa cinta kepada-Ku tetapi dia tidur daripada-Ku, bukankah setiap orang yang sedang dilamun cinta sangat suka kalau sentiasa berkhalwat (bersunyi-sunyi) dengan kekasihnya? “Inilah Aku yang sentiasa memerhatikan kekasih-kekasih-Ku, sungguh mereka telah jelmakan Aku dalam pandangan mereka, berdialog dengan-Ku seolah-olah mereka menyaksikan Aku, bercakap dengan-Ku seolah-olah Aku hadir dihadapan mereka. Esok akan Aku senangkan hati kamu di dalam syurga-syurga-Ku. Perasaan ini sentiasa tersemat kukuh dihati mereka sehingga tidak ada didalam hati mereka kecuali Aku. Oleh itu tidak ada yang muncul dari anggota mereka melainkan selaras dan sesuai dengan apa yang ada di dalam hati mereka.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 153 other followers